Jenis Jenis Kapal Laut Berdasarkan Bahan Untuk Membuatnya

Kapal laut adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis tertentu, yang digerakkan dengan tenaga angin, tenaga mekanik, energi lainnya, ditarik atau ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan di bawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung yang tidak berpindah-pindah. Kapal laut ini juga bisa dibuat dari berbagai macam material yang disesuaikan dengan peruntukan kapal tersebut. Material untuk membuat kapal laut diantaranya, kayu, aluminium, fiberglass, baja, dll.

Dalam perencanaan suatu kapal penentuan tipe atau jenis kapal merupakan hal yang paling utama, karena kapal yang akan dibangun dapat didesain sesuai dengan kriteria tertentu baik dari segi bahan / material untuk konstruksinya, stabilitas, jenis muatan, maupun dari segi ekonominya.

Macam Macam Kapal Laut Berdasarkan Bahan untuk Membuatnya

Untuk membuat sebuah kapal, dan menentukan bahan untuk membuatnya, maka harus disesuaikan dengan tujuan dari mebuat kapal tersebut. Sehingga bisa diperoleh bahan yang paling sesuai dan ekonomis sesuai dengan keperluan pembuatan kapal. Jenis jenis kapal laut berdasarkan bahan untuk membuatnya adalah sebagai berikut:

1) Kapal kayu

Kapal kayu adalah kapal yang seluruh konstruksi badan kapal, mulai dari lunas, gading dan semua bagian bagiannya dibuat dari kayu. Kapal kayu ini suadh ada dari zaman dahulu, dan sampai sekarang masih ada yang menggunakannya. Beberapa kayu yang digunakan diantaranya kayu bangkirai, kayu bedaru, kayu bungur, kayu giam, kayu meranti merah, kayu meranti kuning, kayu meranti putih, kayu keruing, kayu kapur, kayu laban, dsb. Pada umumnya kapal kayu di Indonesia didominasi digunakan sebagai kapal ikan.

Sarat kayu bisa digunakan sebagai bahan untuk mebuat kapal dainataranya adalah :
  • Kayu harus mempunyai kualitas yang baik.
  • Kayu tidak mudah dimakan binatang laut.
  • Kayu harus tahan terhadap air, jamur dan juga serangga.
  • Kayu tidak berlubang pada lingkaran tahun.
  • Kayu tidak pecah pecah.
  • Kayu tidak mudah melengkung.


2) Kapal fiberglass

Kapal fiberglass adalah kapal yang seluruh kontruksi badan kapal dibuat dari fiberglass / FRP (Fiberglass Reinforced Plastics). Jenis kapal yang terbuat dari fiberglass ini cocok untuk digunakan untuk kapal yang membutuhkan kecepatan dan berat kapal yang ringan. Contoh kapal fiberglass cocok untuk digunakan sebagai kapal patroli, kapal pribadi, kapal untuk memancing, atau kapal untuk sarana trasnportasi laut atau sungai. Kapal yang terbuat dari fiberglass ini umumnya hanya cocok untuk pelayaran sekitar pantai dan di sungai.

Pembuatan kapal dengan material fiberglass ini lebih mudah, konstruksi yang sederhana dan lebih ringan dari kayu. Kapal ini juga terhitung mudah dari segi perawatannya, karena tahan terhadap korosi, tidak ada sambungan, tidak ada penyusutan dan tidak ada binatang laut yang menempel.

3) Kapal ferrocement

Kapal ferrocement adalah kapal yang konstruksinya dibuat dari bahan ferrocement. Ferrocement sendiri adalah beton bertulang yang terbuat dari campuran semen, air, pasir dan pembesian jala (kawat ayam atau kawat jala) yang mempunyai sifat mudah dibentuk dan digarap serta memiliki kekuatan tarik dan tekan yang tinggi, dipakai dalam pembuatan kapal, tongkang, perahu, tangki, atap dan sebagainya.

Fungsi tulangan pada ferrocement ini sangat menentukan karena tulangan ini yang akan menyangga seluruh gaya-gaya yang bekerja pada kapal. Selain itu tulangan ini juga digunakan sebagai tempat perletakan campuran semen hingga menjadi satu kesatuan yang benar-benar homogen, artinya bersama-sama bisa menahan gaya yang datang dari segala arah.

Pemeliharaan kapal ferrocement ini cukup mudah, yaitu cukup dengan cara disikat dengan air. Biaya pembangunannya pun tergolong murah. Meski biaya pembangunannya murah dan mudah dalam perawatannya, kapal jenis ferrocement ini kurang diminati, karena materialnya yang berat yang menyebabkan muatannya juga sedikit.

4) Kapal baja

Kapal baja adalah kapal yang seluruh konstruksi badan kapal dibuat dari baja. Pada umumnya kapal baja selalu menggunakan sistem konstruksi las, sedangkan pada kapal-kapal sebelum perang dunia II masih digunakan konstruksi keling. Kapal pertama yang menggunakan sistem konstruksi las adalah kapal Liberty, yang dipakai pada waktu perang dunia II. Pada waktu itu masih banyak kelemahan-kelemahan pada sistim pengelasan, sehingga sering dijumpai keretakan-keretakan pada konstruksi kapalnya. Dengan adanya kemajuan-kemajuan dalam teknik pengelasan dan teknologi pembuatan kapal, kelemahan-kelemahan itu tidak dijumpai lagi. Keuntungan sistem las adalah bahwa pembuatan kapal menjadi lebih cepat jika dibandingkan dengan konstruksi keling. Disamping pada konstruksi las berat kapal secara keseluruhan menjadi lebih ringan, dibandingkan menggunakan keeling.

Saat ini untuk kapal kapal besar, pada umumnya menggunakan material dari baja. Material baja banyak digunakan karena sifat baja yang bisa bertahan pada kondisi ekstrim jika dibandingkan dengan material lainnya. Selain itu baja juga lebih mudah direparasi jika mengalami kerusakan pada konstruksinya.

5) Kapal Aluminium

Kapal aluminium adalah kapal yang seluruh konstruksi badan kapal dibuat dari aluminium. Kelebihan kapal dari aluminium adalah memiliki kekuatan material yang lebih baik daripada kayu dan fiberglass, namun mempunyai berat yang lebih ringan dan lebih tahan terhadap korosi dariapada baja.

Karena memiliki bobot yang ringan, maka jenis kapal yang terbuat dari aluminium ini sangat cocok digunakan untuk kapal yang membutuhkan kecepatan tinggi, seperti crew boat, kapal patrol, pilot boat, dsb.

Itulah tadi tipe tipe kapal berdasarkan bahan untuk membuatnya. Semoga bermanfaat.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url