Mengenal Kapal Laut dan Sejarah Perkembangannya

Kapal adalah kendaraan pengangkut penumpang dan barang di perairan (laut, danau, sungai dsb) menuju daerah tertentu. Lalu apa bedanya dengan perahu? Secara umum kapal lebih besar dari perahu, bahkan kapal bisa digunakan untuk mengangkut beberapa perahu.

Di    dalam    Peraturan    Pemerintah    No.    17    tahun    1988    tentang Penyelenggaraan  dan  Pengusahaan  Pengangkutan  Laut,  yang  disebut  kapal adalah alat apung dengan bentuk dan jenis apapun. Definisi ini sangat luas jika  dibandingkan  dengan  pengertian  yang  terdapat  di  dalam  pasal  309  Kitab Undang - undang  Hukum  Dagang  (KUHD)  yang  menyebutkan  kapal  sebagai  “alat berlayar, bagaimanapun namanya, dan apapun sifatnya.” Dari pengertian berdasarkan KUHD ini dapat dipahami bahwa benda - benda apapun yang dapat  terapung  dapat  dikatakan  kapal  selama  ia  bergerak.  

Pada Undang undang No. 17 Tahun 2008 tentang pelayaran, disebutkan bahwa kapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis tertentu, yang digerakkan dengan tenaga angin, tenaga mekanik, energy lainnya, ditarik dan ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis,, kendaraan di bawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung yang tidak berpindah pindah.

Dengan menggunakan kapal, orang akan dapat menuju ke suatu tempat untuk berkomunikasi dengan orang lain untuk tujuan tertentu. Dengan adanya perbedaan tempat oleh perairan, yang memiliki sifat dan kedalaman yang berbeda-beda, maka diperlukan sebuah kapal yang mampu untuk melintasi perairan yang luas.

Kenapa Kapal Bisa Mengapung ?


Tentu tidak sedikit dari kita bertanya tanya, kenapa kapal yang sangat besar dan mempunyai berat puluhan hingga ribuan Ton tidak tenggelam. Kunci dari hal tersebut adalah daya apung.

Daya apung ditemukan oleh Archimedes. Seorang ilmuwan Yunani yang lahir pada 287 Sebelum Masehi. Prinsip yang ditemukannya dikenal sebagai prinsip daya apung. Awalnya, Archimedes mendapatkan tugas dari Raja Hieron untuk membuktikan apakah mahkota yang digunakannya terbuat dari emas murni atau terdapat campuran perak. Setelah pulang ke rumah, Archimedes kemudian mandi menggunakan bathup. Archimedes memerhatikan ada air yang tumpah ke luar ketika dirinya masuk ke dalam. Saat itu Archimedes menyadari bahwa air yang keluar memiliki berat yang sama dengan berat tubuhnya yang masuk ke dalam air. Dengan metode itu ia dapat membuktikan bahwa mahkota raja itu telah dicampuri dengan perak. Tukang yang membuatnyapun dihukum mati.

Jika satu blok kayu dengan ukuran satu sentimeter kubik ditempatkan dalam wadah air, jumlah air yang dipindahkan akan sama dengan berat balok kayu. Dalam kasus kayu, berat air yang dipindahkan kecil. Sehingga gaya apung lebih besar dari gaya gravitasi, sehingga kayu mengapung.

Lalu bagaimana jika balok dengan ukuran yang sama terbuat dari besi? Besi memiliki kerapatan yang lebih tinggi. Sehingga besi akan memindahkan banyak air dibandingkan kayu. Gaya gravitasi pada besi melebihi gaya apung, maka besi akan tenggelam.

Prinsip Archimedes menyatakan bahwa gaya yang diberikan pada suatu benda dalam fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkan (dipindahkan keluar) oleh benda tersebut. Gaya apung mendorong ke atas terhadap obyek. Gravitasi memberikan gaya ke bawah pada obyek, yang ditentukan oleh massa obyek. Jika gaya yang diberikan obyek dengan gravitasi kurang dari gaya apung, maka obyek akan melayang atau mengapung.

Kapal dapat memiliki massa ratusan ribu ton, apalagi yang mengunakan besi baja. Besi baja jauh lebih padat daripada air. Namun, kapal baja tetap mengapung Hal ini karena kapal yang besar memindahkan air yang jumlahnya sangat besar juga. Ketika sebuah kapal mengalami kebocoran, karena air memasuki kapal dan memaksa udara di dalamnya keluar. Sehingga kerapatan rata-rata kapal lebih besar dari pada air.

Sejarah Perkembangan Kapal


Sejak dahulu, orang sudah menggunakan kapal sebagai sarana transportasi laut. Hal ini sudah menjadi kebiasaan hubungan antara kelompok orang dengan kelompok orang lainnya. Semua ini diperlukan sebagai sarana transportasi laut. Alat untuk transportasi itu adalah kapal atau perahu.

Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka peranan penggunaan kapal pun ikut berkembang. Bila dahulu kapal hanya digunakan untuk sarana transportasi laut , maka sekarang ini kapal digunakan untuk membawa muatan, berperang, mencari minyak,ekspor / impor dan lain-lainya.

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kapal pada masa lampau menggunakan kayu, bambu ataupun batang-batang papirus seperti yang digunakan bangsa mesir kuno kemudian digunakan bahan bahan logam seperti besi/baja karena kebutuhan manusia akan kapal yang kuat. Untuk penggeraknya manusia pada awalnya menggunakan dayung kemudian angin dengan bantuan layar, mesin uap setelah muncul revolusi Industri dan mesin diesel serta Nuklir. Beberapa penelitian memunculkan kapal bermesin yang berjalan mengambang di atas air seperti Hovercraft. Serta kapal yang digunakan di dasar lautan yakni kapal selam.

Perahu yang dikenal pertama kali muncul pada masa Neolitikum, sekira 10.000 tahun yang lalu. Kapal-kapal awal ini memiliki fungsi yang terbatas, mereka dapat bergerak di atas air. Kapal tersebut terutama digunakan untuk berburu dan memancing. Kano tertua yang ditemukan arkeolog sering dibuat dari batang pohon coniferous, menggunakan peralatan batu sederhana.

Agar tidak tersesat di perairan, dahulu kapal berlayar tidak jauh dari daratan. Sesuai dengan perkembangan akhirnya para awak kapal menggunakan bintang sebagai alat bantu navigasi dengan alat bantu berupa kompas dan astrolabe peta. Penemuan jam pasir oleh bangsa Arab turut mendukung navigasi ditambah dengan penemuan jam oleh John Harrison pada abad ke-17. Selain itu, penemuan telegraf oleh S.F.B Morse dan radio oleh C. Marconi, terlebih penggunaan radar dan sonar yang ditemukan pada abad ke 20 tampaknya mempengaruhi peran navigator. Menjelang akhir abad ke-20, navigasi dipermudah oleh teknologi GPS, yang lebih modern dengan bantuan satelit.

Diantara para pelaut yang paling terkenal di zaman dahulu adalah bangsa Punisia, Mereka mendiami daerah yang kurang subur yang terletak di antara Laut Tengah dan padang pasir. Karena itu tidak mengherankan kalau mereka memilih laut sebagai tempat mencari nafkah. Mungkin merekalah pelaut pertama yang melakukan pelayaran lepas pantai dan mengelilingi benua Afrika (kira-kira pada 600 tahun SM).

Sekira 3.000 tahun sebelum masehi, orang Mesir Kuno telah mengetahui bagaimana merakit papan kayu ke dalam lambung kapal. Mereka menggunakan tali untuk mengikat dan merapatkan papan. Untuk membantu menguatkan diataruh alang-alang dan rumput di antara papan. Sejarawan dan ahli geografi Yunani, Agatharchides telah mendokumentasikan pembajakan kapal di antara orang-orang mesir awal antara abad ke-30 dan abad ke-25 sebelum masehi.

Sementara itu, orang-orang Viking menggunakan knarrs (semacam perahu) mereka untuk menjelajahi Amerika Utara, berdagang di Laut Baltik dan menjarah banyak wilayah pesisir Eropa Barat. Seiring dengan perkembangan peradaban, kapal berkembang untuk digunakan menyeberangi laut. Kapal kemudian berkembang menjadi menjadi kapal layar dengan galley atau tempat awak kapal mendayung kapal dalam dua baris, sehingga kapal bisa melaju lebih cepat. Setelah itu, kapal kembali berevolusi, terutama dalam hal ukuran, yang digunakan untuk pergi berlayar dengan tujuan berdagang di negara lain maupun perang.

Pada tahun 1751, terciptalah kapal uang pertama di dunia yang dibuat oleh Claude de Juffroy. Pada tahun 1774, Claude dan rekan-rekannya mendemonstrasikan kapal buatannya yakni Palmipede yang mengarungi sungai Doubs di hadapan Napoleon Bonaparte. Demonstrasi Palmipede berjalan sukses. Kapal uap pertama buatan Fulton adalah sebuah kapal aneh dengan roda kayuh di sisi lambungnya yang dicoba di Perancis pada tahun 1803. Dalam perjalanan percobaannya di sungai Seine kapal itu berjalan baik dan bergerak hilir-mudik seperti kecepatan orang berjalan tergesa-gesa di daratan.

Tetapi lambung kapal yang ringan tidak seimbang dengan ketel uapnya yang besar dan dengan mesin yang berbobot terlalu berat. ”CLERMONT” yang tenaga uapnya dilukiskan dalam gambar yang diajukan oleh Fulton kepada kantor Patent Amerika Serikat ini melakukan pelayaran cemerlangnya yang pertama di sungai Hudson pada tahun 1807. Bila dibandingkan dengan pendahulunya, perbaikannya adalah pada mesin “Boulton dan Watt” yang lebih kuat dan efisien dan pada lambung rancangannya lebih sempurna untuk membawa mesin itu.

Hingga pada tahun 1870-an, adalah merupakan periode keunggulan Paddle Steamers, dimana muncul kapal pertama yang menyeberangi Atlantic yaitu : American Savannah pada tahun 1819. Kemudian diikuti oleh Canadian Royal William, dan Cunarder Brittania di tahun 1840, kemudian The Scotia di tahun 1861.

Marine Turbines yang pertama diinstal oleh Sir Charles Parsons ke Kapal Turbinia pada tahun 1894, dengan kecepatan mencapai 34 knots. Kemudian turbines mengalami kemajuan pesat hingga pada tahun 1906, diaplikasikan sebagai tenaga penggerak untuk kapal perang HMS. Dreadnought dan kapal Atlantic Liner – Mauretania. Kebutuhan bahan bakar (fuel consumption) secara rata-rata untuk suatu Large Turbine, adalah 0.30 kg per kWhr. Namun demikian untuk segi ekonomisnya mengalami tantangan dari sisi nonreversible dan rotational speed, dimana untuk kepentingan reverse diperlukan adanya reversing turbines yang secara terpisah diinstal ke sistem.

Kapal terus mengalami perkembangan, hingga pada Revolusi Industri. Revolusi industri, metode penggerak mekanis baru, dan kemampuan untuk membuat kapal dari besi memicu ledakan dalam desain kapal. Pada tahun 1892 Rudolf Diesel mendapat hak paten atas ciptaannya, mesin diesel. Beberapa tahun kemudian, mesin diesel mulai merambat ke dunia perkapalan.

Faktor-faktor yang menjadi pemicu evolusi kapal itu antara lain, kebutuhan kapal yang lebih efisien, akhir konflik di laut yang telah lama berjalan serta peningkatan kapasitas keuangan, kekuatan industri menciptakan kapal yang lebih khusus. Kapal yang dibangun untuk fungsi yang sama sekali baru, seperti pemadam kebakaran, penyelamatan, dan penelitian, juga mulai muncul.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url